Tuesday, July 7, 2015

Adab Ber'Whatsapp' Atau Ber'sms'

Entry sebelum ni, saya sentuh bab 'Adab Bertanya'. Entry kali ni pun, terpaksa menyentuh lagi sekali tentang perkara yang sama...mudah-mudahan apa yang saya kongsikan di sini menjadi peringatan buat diri saya sendiri insyaAllah...

Saya terima lagi mesej dari unknown person yang mengatakan dia masih belum dapat apa yang diminta dari saya (resepi biskut suji). Tanpa memberi salam, juga tanpa memperkenalkan dirinya pada saya. Ditanya mengapa sehingga kini saya masih belum menunaikan permintaannya...

Err...persoalannya...

1. Siapakah dia?
2. Bilakah masanya saya menjanjikan padanya resepi suji?

Saya tidak pernah menawarkan apa-apa kelas baking ataupun consultation on baking ataupun apa-apa resepi. Walaupun memang saya dah share resepi suji yang saya gunakan dengan beberapa orang sebelum ini, dan constantly mereka dapatkan free consultation dari saya, but still, saya tidak conduct apa-apa kelas baking. Saya sekadar share sedikit ilmu yang Allah berikan.

Saya hanya manusia biasa yang punyai hati dan perasaan. Jika ditanya secara beradab, insyaAllah saya akan layan secara beradab. Tapi jika ditanya secara kurang beradab, saya seperti insan lain, terpaksa abaikan supaya yang bertanya dapat muhasabah diri, di mana silapnya dalam bertanya atau meminta sesuatu pada orang yang tak dikenali.

Dan pagi ini, datang lagi mesej darinya. Mesej berbentuk sindiran. Allahuakbar! Inikah adab kita sebagai seorang muslim? Inikah yang Rasulullah ajar kita?

Tak mengapalah dik...akak dah biasa dapat mesej sebegitu. Even dari orang yang akak dan suami dah pernah tolong banyak kali!

Ini lah masalah orang melayu kita. Bila ditolong, mudah melupakan jasa. Bahkan sanggup pula menghina. Bila tak ditolong, mudah menuduh dan bersangka buruk pada orang tanpa mahu melihat pada kesilapan diri.

Semoga kita dapat perbaiki kelemahan diri tanpa perlu menuding pada kelemahan orang lain insyaAllah...

Wednesday, May 13, 2015

Adab Bertanya

Credit photo My Blog

Sehingga hari ini, sudah banyak kali saya 'didatangi' mesej dari seorang stranger bertanyakan tentang 'rahsia' bisnes.

Hurm, ini antara soalan yang teramat susah untuk saya jawab kerana sememangnya saya tidak ada apa-apa rahsia. Rahsianya hanyalah satu, dari mula-mula kami suami isteri menjalankan bisnes, hinggalah saat ini, iaitu BUAT!

Yup, BUAT! Just DO IT! Tinggalkan segala alasan. Tinggalkan segala keluhan. Mulakan langkah pertama coz without the 1st step, there will be no 2nd, or 3rd step. Begitulah kami mula-mula dulu. Kami pun memulakan langkah pertama sebelum sedikit demi sedikit berlari-lari anak dan seterusnya berlari.

Bersikap JUJUR

Satu lagi 'RAHSIA' yang kami amalkan sejak dulu hingga sekarang ialah JUJUR, ie AMANAH. Jujur dan amanah dalam berniaga bagi kami merupakan asas kekukuhan sebuah bisnes. Jadikan manfaat yang customer kita bakal perolehi dari kita sebagai matlamat dalam berniaga, insyaAllah kita akan buat yang terbaik. Jangan jadikan keuntungan dunia sebagai matlamat. Sebaliknya kejarlah keuntungan akhirat. InsyaAllah keuntungan dunia akan mengejar kita.

Throwback Tuesday| Kesejukan Di Germany/Switzerland

Antara suhu yang sempat aku rakamkan sepanjang berada di bumi Germany & Switzerland...

1st day - Bensheim, Hesse, Germany
2nd day - Hart, Bavaria, Germany
2nd day, night - Kempten, Germany
3rd day - still in Kempten
3rd day, night - Madretsch, Bern
1st day in Switzerland
4th day, night - still in Bern


1st day in Germany, I only had my blouse on - the usual blouse I always wear back in Malaysia. No sweater, nor winter jacket.

After having breakfast, we went outside of the hotel for sightseeing. Once we opened the door, we could feel the morning breeze. It was quite cold. Thought it would be just like sitting in an 'air-conditioned' room. But once we step our foot outside, boy, it was very cold. We were totally freezing. Our face turned red. We can hardly breathe. Was like breathing ice.

But still, we took few pictures. Walk few metres. Then we went back inside.

The temperature was 0 degree celcius. No wonder we felt like walking popsicles... hahhaaa...

From that day on, everytime we went outside, we would have our jackets on. But occassionally, I would take it off. My skin was kinda able to adapt with the weather there. I would only had my jacket on when it touched 0 degree or when it was windy, and no more shivering even if I hadn't wear my gloves.

As far as I can recall, the coldest day was on the 3rd day of our trip. We were in Kempten, Bavaria. It touched -2 degree. But still, it can't compare to when we were at Mount Titlis, Switzerland.

Though it was only 0 degree at Mount Titlis, but it was absolutely colder coz it was windy, and we were told that snowstorm was coming.

Had fun at the top of the mountain. Didn't get the chance to make 'Olaf' though. Had to get back in when eventually felt like my mouth was frozen. Plus, I was kinda suffocating from breathing in snow... huhu...

So in love with the cold weather there. Wish we could stay there longer (^^)


Najdah MH Hansen
May 13, 2015 @ 0130 hrs

Wednesday, May 6, 2015

Back To 'Knitting'

Bought this @ Popular for RM23.00

Can't remember when was the last time I knit. But the one I will always remember is my sweater.

My mom knitted a sweater for my dad. It was yellow. I remember watching her patiently follow the steps in her book just to make a perfect sweater for him. I was so excited that I decided to follow her.

I picked the color pink (was my favorite color... hee...). I started to knit my own sweater. Felt like it took me ages to finish up a medium sized sweater. But as a beginner, I was doing pretty good... it was perfect... until I can no longer 'keep' my patience... I was too eager to wear my handmade sweater... seeing my mom finished up knitting my dad's, I was forced to speed up the process...

The result... hahaha... I can say I was both satisfied and regret... the 1st because I made it! I successfully made my own sweater! Yeay for me! The latter, because I skip few steps making it kinda short for me... but overall, I was proud of myself (^^)

Now, I'm planning to teach my kids how to knit. Not just that, I'll also teach them how to sew, crochet like my mom had taught me when I was a kid.


Najdah MH Hansen
May 6, 2015 @ 0936 hrs

Tuesday, May 5, 2015

Throwback Tuesday| Choc Moist



Made this for one of my loyal customers last Feb. It was for her boy's BD. Alhamdulillah both she and her son loved it!


Najdah MH Hansen
May 5, 2015 @ 2218 hrs

Couldn't stop posting on this beautiful date... hahaha... :P

Wedding Tag

For Hafiz's wedding

Remember the wedding tags I made for our lil brother's wedding last year? Well, I updated my Fb page 'bout it. And recently, out of nowhere, I received an order from one of my followers. Alhamdulillah... 'rizq' (rezki) from Allah...

Recently ordered

Hope she'll love it (^^) ... and may Allah bless her wedding ceremony and grant her happiness in her marriage, insyaAllah...


Najdah MH Hansen
May 5, 2015 @ 2208 hrs

Such a beautiful date to waste ;)

1st Motorbike (^^)





Was looking for few things at stationery shop near our house. Found this instead! Wow! My boys never had one. They had tons of cars and a few planes, but never this!

Had to get one for them... Am I the one who's excited, or them? Seems like I bought it more for myself... no laa... mama feeling excited for the boys... hahhaaa...

Just merely being a mother :D


Najdah MH Hansen
May 5, 2015 @ 2153 hrs

5.5.2015 aye... nice!

Maafkanku Kerana Tak Sempurna

Credit photo kaskus

Dalam dunia ini, tiada manusia yang sempurna. Setiap kita ada kelemahan dan kekurangan masing-masing. Setiap kita juga diberi kelebihan tersendiri. Dari kelemahan kita belajar untuk memperbaiki diri. Dari kelebihan kita belajar untuk memberi.

Apapun kelemahan dan kelebihan yang ada pada kita, harus disyukuri kerana pada setiap darinya ada hikmah yang tersembunyi.

Monolog

Te,
maafkan aku atas segala kekuranganku di dalam melaksanakan tanggungjawabku sebagai anakmu...
andai diberi peluang, inginku padam segala kenakalanku sewaktu kecil dulu...
inginku menjadi anak yang sentiasa patuh pada setiap tutur katamu sedari kecilku...
tapi itulah lumrah manusia...apatah lagi manusia yang dinamakan 'budak'...

tiada budak yang tidak nakal di usia kecilnya...
tiada budak yang tidak melawan kata di usia kecilnya...
tiada budak yang tidak pernah dimarahi di usia kecilnya...

namun aku bersyukur...
atas didikanmu dan mama...
atas kasih sayangmu dan mama...
atas doamu dan mama...
aku membesar tanpa ditemani kenakalanku...

Te,
aku kini punyai anak-anak sendiri...
seperti anak-anak kecil lain, mereka ada ketikanya nakal...
dan sepertimu dulu, aku juga memarahi mereka di saat mereka melakukan kesalahan...

mereka juga seperti manusia lain, punyai kekurangan serta kelebihan masing-masing... sedikit demi sedikit, aku belajar menerima kekurangan mereka dan menghargai kelebihan mereka... aku ingin jadi sepertimu yang tidak pernah melihat pada kelemahanku...

Pada suamiku yang sentiasa di sisi, yang setia membimbingku serta mendorongku, terima kasih atas segala nasihat serta teguranmu... kesudianmu menerima segala kekuranganku, amat ku hargai...

Maafkanku kerana tak sempurna...
Akan ku jadi yang terbaik buatmu di sebalik ketidaksempurnaanku...


Najdah MH Hansen
May 4, 2015 @ 2340 hrs

Strolling @ PBAKL

1st day of strolling around PBAKL, I got these;

T-shirts for my gurls

Books for my kids
The goodie bag is free

Note pads for my gurls

Siri Young Aisyah for my kids

2nd day of strolling, I got these only;

Books for my kids

(^^) surely you know this one

Pencil case for my gurls

Free gift

3rd day of strolling, and it was the final day of PBAKL;

A very good book

Love this one (^^)

Need to finish up reading all these books before next PBAKL... hahhaa...


Najdah MH Hansen
May 5, 2015 @ 0051 hrs

Monday, May 4, 2015

Gift From Germany







Teristimewa buat teman-teman PG kami... souvenir dari Germany :)


Najdah & Zul

Throwback Monday| Diary Switzerland - Zurich


Hari terakhir kami di bumi Switzerland. Kami check out dari hotel seawal 8 pagi untuk ke Lusen. Dari Brunnen kami mengambil masa lebih kurang 45 minit. Lusen dikatakan mempunyai showroom jenama Rolex terbesar. Namun kami tidaklah begitu teruja untuk ke sana.

Sejurus sampai di Lusen, kami masing2 membawa diri mencari barang2 yang ingin dibeli untuk dibawa pulang sebagai souvenir. Uniknya di sini harga di setiap kedai adalah sama. Kami membeli soft toy untuk dihadiahkan pada anak2 sekembalinya ke bumi Malaysia nanti serta sedikit buah tangan untuk anak2 saudara di kampung. Setelah selesai bershopping, kami berjalan2 mencari scene yang menarik untuk bergambar sebagai kenangan kami pernah menjejakkan kaki di bumi Switzerland.

Dua jam yang diberikan rasanya agak lama bagi kami yang tidak begitu gemar bershopping. Namun, kami tetap memanfaatkan masa yang diberi untuk melihat keindahan bumi Lusen.

2 jam telah berlalu. Kami dibawa ke sebuah restoran India untuk lunch serta menunaikan solat jama' Zohor dan asar. Selesai lunch, kami menuju pula ke Zurich. Sekali lagi untuk SHOPPING!

Masa yang diberikan kali ini lebih lama, 2 jam 45 minit! Aduh...panjangnya masa untuk bershopping. Kami sekadar mencari toilet dan berjalan2 untuk melihat suasana di Zurich memandangkan tiada apa yang ingin dicari. To be more precise, tiada apa yang perlu untuk kami beli. Souvenir untuk anak2, adik beradik serta kawan rapat telah kami belikan seawal di bumi German lagi. Tadinya di Lusen sekadar something extra sebagai reward untuk anak2 kerana mereka kami tinggalkan untuk tempoh yang agak panjang.

Saat ini, betapa tak sabarnya rasa hati untuk check in di hotel bagi melepaskan lelah serta bagi mempersiapkan diri untuk mengharungi tempoh 12.5 jam di dalam kapal terbang keesokan harinya.

Tak sabar rasanya untuk pulang ke Malaysia, bertemu dengan anak2 yang sekian lama dirindui. Buah hatiku Aisyah, jantung hatiku Amal dan Anis, kekasih hatiku Fathi, penghibur hatiku Hifdzi, manjaku Hasan dan cinta hatiku Muaz. Bagaimanakah agaknya keadaan mereka di saat ini? Sudah tidurkah mereka? Di Malaysia sekarang ini sudahpun menghampiri jam 12 tengah malam. Tentunya mereka sedang lena diulit mimpi.

Catatan ini dibuat di tengah2 bandaraya Zurich, saat kami sedang menunggu teman2 lain bershopping. Jam baru menunjukkan 4:54 petang. Masih ada waktu untuk bershopping selama hampir satu jam.


Najdah MH Hansen
Posted on May 4, 2015 @ 2129 hrs

Laksanakan Tanggungjawab + Mendidik


Credit photo mamapeduli


Dari sejak mula berkahwin hinggalah saat ini, segala urusan rumahtangga, anak-anak, saya yang in charge sepenuhnya. Walaupun anak bertambah selang setahun - setahun setengah, saya tetap berkeras untuk tidak menggaji pembantu. Meskipun kerja-kerja rumah makin hari makin bertambah. Dalam erti kata lain, makin penat!


Kini, anak-anak perempuan kami dah mencapai usia matang, yang sulong dah pun 11 tahun. Usia yang sudah boleh dilatih melakukan kerja-kerja rumah. In fact, sepatutnya di usianya 11 tahun, dia dah pun mahir melakukan kerja-kerja rumah yang ringan.

Sebelum-sebelum ini, saya bertekad untuk melakukan sendiri semua kerja-kerja rumah dengan alasan itu tanggungjawab saya sebagai isteri/ ibu/ ketua rumah. Tapi saya terlupa bahawa antara tanggungjawab sebagai ibu adalah mendidik anak-anak supaya menjadi 'Orang'.

Memberi tugasan kepada anak-anak bukanlah bererti kita melepaskan tanggungjawab kita menguruskan rumahtangga untuk duduk goyang kaki di rumah. Sebaliknya kita sebenarnya melaksanakan tanggungjawab kita yang lebih besar, iaitu mendidik anak-anak supaya bila besar nanti mereka menjadi orang yang berguna, yang dapat memberi manfaat kepada  agama, keluarga dan masyarakat.

Sedari kecil lah kita sepatutnya mendidik mereka supaya berdisiplin, bertanggungjawab serta pandai mengurus diri.


Najdah MH Hansen

18.4.2015 @ 7:40am
Kangar, Perlis

Friday, May 1, 2015

Small Library @ Mi Casa

Antara buku ilmiah anak-anak
Antara novel anak-anak

Dah lama rasanya saya berhasrat untuk adakan satu 'library kecil' di rumah kami terbantut gara-gara kesibukan dengan urusan harian serta urusan bisnes. Akhirnya, sekitar minggu lepas, saya berjaya mencuri masa untuk sediakan satu ruang khas bagi meletakkan buku-buku anak-anak, supaya mudah bagi mereka untuk mengambil, membaca dan menyimpan kembali buku-buku tersebut di tempatnya.

Bagi saya, anak-anak perlu didedahkan dengan minat membaca sedari kecil supaya bila besar nanti amalan membaca dah sebati dalam diri mereka. So, tiap kali saya dan suami ke Popular, saya pasti akan meninjau-ninjau buku-buku untuk dibelikan kepada anak-anak kami.

Anak-anak perempuan kami minat membaca novel selain dari majalah Asuh, Adik etc. Dan di Popular, terdapat banyak novel pelbagai genre untuk setiap lapisan umur. Saya gemar mencari buku-buku terbitan PTS dan Galeri Ilmu kerana penyampaiannya yang menarik dan santai. Sesekali saya akan mencuci mata membelek novel-novel baru hasil karya Aisya Sofea keluaran Alaf 21.  Alaf 21, satu nama yang tidak asing lagi bagi peminat novel :)

Novel-novel yang saya beli, saya akan pilih terlebih dahulu supaya dapat memberi pengaruh yang baik. Terlalu banyak novel cinta remaja yang dihasilkan penulis-penulis tempatan. Bukan sekadar untuk tatapan dewasa, bahkan novel remaja turut sama mempunyai unsur-unsur CINTA Adam dan Hawa.

Saya kira, cinta 'monyet' tak seharusnya diperkenalkan kepada remaja. TV sahaja sudah cukup banyak 'mendidik' anak-anak remaja sekarang ini supaya bercinta di alam persekolahan. Ditambah pula dengan novel-novel yang terus membuai mereka dengan mimpi-mimpi indah. Risaunya hati ini bila mengingatkan anak-anak yang kian membesar dalam biah sebegini. Allah...hanya Engkau yang mampu melindungi hati-hati ini dari tipu daya dunia...

Antara buku-buku yang saya belikan setelah beberapa kunjungan ke Popular dan Pesta Buku :

Kisah Hidup Rasulullah S.A.W
Diari Anis
10 Dermawan Jiran Nabi Di Syurga
10 Sahabat Syurga Untuk Mereka
70 Hadis Mudah Hafal Mudah Amal

Bahan bacaan turut memberi kesan kepada pembentukan peribadi anak-anak. Sebab itu lah dalam memilih buku untuk anak-anak, saya akan habiskan masa yang agak lama kerana saya perlu 'go through' buku tersebut terlebih dahulu. Saya tidak akan pilih sesebuah buku hanya berdasarkan sinopsis di cover belakang, tapi saya juga akan membelek-belek isi dalam serba sedikit untuk mendapat gambaran yang lebih jelas.

Bahan bacaan yang baik serba sedikit mempengaruhi akhlak yang baik. That's why sangat-sangat penting bagi saya untuk memilih bahan bacaan yang akan diberikan pada anak-anak.


Najdah MH
27th April, 2015 @ 1000 hrs
Updated 1st May, 2015 @ 1315 hrs

Saturday, April 25, 2015

Ramadhan Bulan Gembira Dan Sedih Bagiku

Photo dari Google

Setiap kali dengar nasyid Ramadhan nyanyian Maher Zain, hatiku pasti terasa sayu... lebih-lebih lagi di saat Ramadhan makin menghampiri... aku gembira dengan kehadiran Ramadhan, tapi dalam masa yang sama aku merasa sangat sedih kerana di bulan yang mulia ini dua tahun yang lalu, ayahku pergi meninggalkan kami buat selamanya...

Aku tahu, sepatutnya aku berasa gembira dengan kedatangan bulan Ramadhan kerana hadirnya bersama dengan peluang keemasan bagi kita umat Islam untuk merebut ganjaran yang berlipat ganda. Kehadiran satu bulan yang amat dinantikan oleh seluruh umat Islam di serata pelusuk alam!

Tapi, hadirnya turut menggamit kenangan dua tahun lalu. Perasaan sedih kembali bertandang di hati. Sungguh aku merindui ayahku... masih ku ingat saat-saat ku tatap wajah ayahku buat terakhir kalinya... dahinya ku cium... lafaz 'I love you' ku ungkapkan di telinganya meskipun ku tahu, lafazku takkan bersahut... ku tatap wajahnya buat kali terakhir sebelum dilitupi kain kapan...

Te,
sungguh aku merinduimu...
tiap kali ku tatap potretmu, aku seakan terdengar suaramu berbicara denganku...
terlalu banyak yang ingin kuceritakan padamu...
tentang kehidupanku...
anak-anakku yang kian membesar...
terutamanya Muaz yang tidak sempat mengenalimu...
Muaz yang memiliki raut wajahmu...
renunganmu...
tiap kali ku lihat Muaz merenung jauh, aku seakan menatap wajahmu...
sungguh hatiku pilu...

Te,
damailah dikau di sisi Penciptamu...
aku di sini akan sentiasa merinduimu....


Luahan hati
Anakmu, Najdah
April 25, 2015 @ 1100 hrs

Monday, March 16, 2015

Diary Germany - Switzerland (Hari Pertama)

Penerbangan dari Singapore ke Frankfurt mengambil masa selama 12.5 jam. Satu tempoh yang agak panjang. But since kami sudah biasa travel dari KL - KT - Kelantan untuk tempoh yang lebih kurang sama, tempoh yang panjang ini bukannya menjadi masalah utama bagi kami. Apa yang agak merisaukan kami adalah perbezaan masa yang akan kami alami nanti, atau lebih dikenali sebagai 'Jet Lag'.

Perbezaan masa antara Malaysia dan Frankfurt adalah sebanyak 7 jam, di mana Malaysia lebih awal 7 jam dari Frankfurt. Bagi aku yang pertama kalinya travel oversea, tempoh itu agak panjang. Mudah2an perjalanan kami nanti berjalan dengan lancar insyaAllah.

Flight kami dari Singapore adalah pada jam 1:50 petang. Kami boarding lebih kurang pada jam 1:40 petang. Tidak lama selepas itu, kapal terbang yang kami naiki berlepas dari Changi Airport, membelah awan menuju ke Frankfurt. Bismillahi tawakkaltu alallah, la haula wala quwwata illa billah...kembaraku ke negara Eropah kini bermula...

Penerbangan ke Frankfurt agak memenatkan kerana sepanjang perjalanan adalah waktu siang. Beberapa jam pertama, Alhamdulillah aku tidak mengalami sebarang masalah. Tapi setelah tibanya waktu malam (waktu Malaysia), kepalaku mula terasa pening. Mengikut caturan default setting processor otakku, sudah tiba waktunya untuk aku melelapkan mataku, merehatkan badanku yang seharian penat bekerja. Tapi keadaan di luar kapal terbang yang cerah dan cahaya matahari yang memancar terik menyukarkan keadaan untukku melelapkan mata. Meskipun tirai dijatuhkan, namun masih terasa kehangatan matahari di dinding badan kapal terbang, memberi signal kepada badanku, malam masih belum tiba.

Berkali2 aku cuba melelapkan mata. Dan sesekali aku berjaya. Namun lenaku tak panjang. Aku kerap terjaga. Dan tidurku yang sering terganggu itu menambahkan lagi berat kepalaku. Sesekali aku menonton filem The Expendables 3, lakonan Sylvester Stallone, Jason Statham dan lain2 untuk menghabiskan masa. Movie yang kukira agak menarik, tapi disebabkan keadaan yang kurang selesa, aku tidak dapat betul2 menghayati jalan ceritanya.


Lunch di dalam Silk Air
Setelah tiba waktu makan, kami dihidangkan dengan Halal meal yang berupa roti, salad, sepotong kek lapis pandan serta hidangan utamanya, lamb.

Dessert...yummy...
Belum pun sempat aku menghabiskan hidangan tengahari, pramugari sekali lagi mengagihkan makanan kepada penumpang pesawat. Kali ini yang diagihkan adalah dessert. Ais krim Magnum! Wah! Inilah dessert yang paling best sekali :)

Tiba di ruang udara Germany. Malam mula menunjukkan diri.

Alhamdulillah, setelah 12.5 jam berada di udara, akhirnya kami selamat mendarat di lapangan terbang Frankfurt. Penerbangan selama lebih 12 jam itu Alhamdulillah berjalan dengan lancar walaupun sesekali kapal terbang bergegar tatkala kami bertembung dengan turbulence.

Malam ini, kami check in di Mercure Hotel, di Bensheim, Hesse, Germany. Suhu pada ketika ini adalah 0 darjah celcius. Setelah membersihkan diri serta menunaikan solat jama' Maghrib dan Isya', kami terus merebahkan diri, melelapkan mata menghilangkan penat setelah seharian travel.
________________________________________________________________________

Catatan ini ditulis di Mercure Hotel, Bern, Switzerland pada jam 10:20 malam pada suhu 3 darjah celcius.

Saturday, March 14, 2015

Diary Germany - Switzerland

Buat pertama kalinya aku akan meninggalkan anak2ku untuk tempoh yang panjang. Satu minggu lamanya!...hati ini berasa sedih...tapi sesekali aku perlu berjauhan dari mereka supaya mereka boleh belajar berdikari...supaya mereka tidak terlalu bergantung kepadaku...supaya mereka saling menjaga antara satu sama lain...insyaAllah, mudah2an mereka sentiasa berada di dalam perlindungan Yang Esa.

Jam 10 malam, aku dan suami dihantar ke airport Kota Bharu oleh abang sulong suamiku, abang Kie dan diikuti oleh Aisyah dan Amal. Yang lain2 sudah lena dibuai mimpi kecuali Anis yang agak cool untuk ditinggalkan dan Hasan yang didukung oleh ibu mertuaku, mama. Hasan seperti tahu kami akan keluar untuk tempoh yang agak lama. Dia enggan untuk melepaskan aku. Dia ingin bermanja denganku lebih dari biasa. Oh Hasan...buah hati mama...mama pasti akan merinduimu setiap saat...

Di sepanjang perjalanan ke airport, Aisyah dan Amal kedua2nya berebut untuk duduk disampingku, memelukku dan bermanja denganku. Sesekali aku mengingatkan mereka supaya tengok2kan adik2, supaya mereka memudahkan atuk mereka selama mereka berada di kampung.

Abang Kie sekadar menghantar kami di pintu masuk airport kerana dah agak lewat malam. Lagipun keesokan harinya dia bekerja. Flight kami ke KL pada jam 11.10 malam. Kami boarding pada jam 10.30 malam. Penerbangan dari KB ke KL mengambil masa 45 minit.

Kami tiba di KLIA2 tepat pada jam 12 tengah malam. Setelah mengambil baggage, kami tercari2 port untuk melepaskan lelah. Malam itu, agak ramai travellers macam kami. Rata2 tempat dah dipenuhi orang. Akhirnya, kami dapat tempat duduk. Tapi agak kurang sesuai untuk merebahkan badan.

Setelah berbincang, kami beredar untuk mencari hotel. Aku terpandang sign Cube Container di sebelah pintu masuk lift. Agak menarik. Sesuai untuk travellers bermalam selama beberapa jam sebelum menaiki flight ke destinasi masing2. Tanpa membuang masa, kami terus ke sana. Tempatnya agak menarik, agak besar. Kami kira, cukup selesa. Lelaki dan perempuan diasingkan. Bagus! Keselamatan terjaga. Rate pun agak murah. RM75 untuk 6 jam, seorang. Tapi sayangnya, sudah FULL! Tiap malam memang full kata receptionist di situ. Aduh...katanya lagi, kalau nak bermalam di situ, seeloknya buat online booking terlebih dahulu.

Dia kemudiannya menyarankan kami ke Tune Hotel yang berada di sebelah KLIA2. Tapi rate di Tune Hotel agak tinggi coz dikira per nite. Nak tak nak, kami terpaksa ke sana juga demi melelapkan mata yang makin berat untuk dibuka.

Setibanya di Tune Hotel, kami bertanyakan rate sewaan bilik untuk satu malam di meja receptionist. Katanya hanya ada 2 jenis bilik, satu RM300 manakala satu lagi RM350. Untuk mendapatkan rate yang lebih murah, kami boleh book secara online. Wah! Agak mahal untuk disewa sekadar untuk merehatkan badan selama beberapa jam. Tapi memandangkan keadaan agak memaksa, akhirnya pada jam 2.30 pagi, kami check in dengan kadar sewaan RM250.

Setelah membersihkan diri, kami terus melelapkan mata. Kami perlu recharge badan untuk perjalanan yang lebih panjang keesokan harinya.

Tepat jam 9 pagi keesokan harinya, kami check out dari Tune Hotel. Dari situ, kami mengambil KLIA Express untuk ke KLIA1. Kami tiba di KLIA1 pada jam 10 pagi dan terus berkumpul dengan group Master Dealer Public Gold yang turut sama mengikuti trip ke Germany - Switzerland. Dari KLIA kami akan transit ke Singapore. Dan dari sana kami akan ke Frankfurt.


Flight ke Singapore

Kapal2 dagang yang berlabuh di pelabuhan Singapore

Mendarat di Changi Airport

Changi Airport voucher - untuk shopping di dalam airport sementara menunggu flight


Dicatat pada March 14, 2015 jam 6:30 pagi di Park Inn hotel by Radisson, Munchen
Catatan disambung di bigBOX Hotel, Kempten, Bavaria pada March 14, 2015 jam 9:40 malam.

Sunday, January 18, 2015

Make A Note!

Add caption

Previously, I shared about making a list. This time, I'm gonna share a lil bit on making a note.

It's the same thing actually. Same concept, but different focus.

This time, the focus is on accomplishing a task. I used to 'save' my task list in my original RAM...my brain :D

But lately, for the past few years, my workload is getting more and more. Thus, forcing my 'RAM' to save endless data. Am afraid my 'RAM' would crash one day...ngee... so, as my husband always advice (for so many times...hahhaa...), I started to make a NOTE.

I list down every single thing that I need to do. Cross every completed task. Highlight every important thing. Set a deadline for each task. And most importantly, keep the note nice and neat (^^)

So now, I have a checklist and it seems to help a lot. Give it a try ;)


Najdah MH
Jan 16, 2015 @ 1419 hrs

We'veBeenTogetherFor...

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers