Tuesday, July 7, 2015

Adab Ber'Whatsapp' Atau Ber'sms'

Entry sebelum ni, saya sentuh bab 'Adab Bertanya'. Entry kali ni pun, terpaksa menyentuh lagi sekali tentang perkara yang sama...mudah-mudahan apa yang saya kongsikan di sini menjadi peringatan buat diri saya sendiri insyaAllah...

Saya terima lagi mesej dari unknown person yang mengatakan dia masih belum dapat apa yang diminta dari saya (resepi biskut suji). Tanpa memberi salam, juga tanpa memperkenalkan dirinya pada saya. Ditanya mengapa sehingga kini saya masih belum menunaikan permintaannya...

Err...persoalannya...

1. Siapakah dia?
2. Bilakah masanya saya menjanjikan padanya resepi suji?

Saya tidak pernah menawarkan apa-apa kelas baking ataupun consultation on baking ataupun apa-apa resepi. Walaupun memang saya dah share resepi suji yang saya gunakan dengan beberapa orang sebelum ini, dan constantly mereka dapatkan free consultation dari saya, but still, saya tidak conduct apa-apa kelas baking. Saya sekadar share sedikit ilmu yang Allah berikan.

Saya hanya manusia biasa yang punyai hati dan perasaan. Jika ditanya secara beradab, insyaAllah saya akan layan secara beradab. Tapi jika ditanya secara kurang beradab, saya seperti insan lain, terpaksa abaikan supaya yang bertanya dapat muhasabah diri, di mana silapnya dalam bertanya atau meminta sesuatu pada orang yang tak dikenali.

Dan pagi ini, datang lagi mesej darinya. Mesej berbentuk sindiran. Allahuakbar! Inikah adab kita sebagai seorang muslim? Inikah yang Rasulullah ajar kita?

Tak mengapalah dik...akak dah biasa dapat mesej sebegitu. Even dari orang yang akak dan suami dah pernah tolong banyak kali!

Ini lah masalah orang melayu kita. Bila ditolong, mudah melupakan jasa. Bahkan sanggup pula menghina. Bila tak ditolong, mudah menuduh dan bersangka buruk pada orang tanpa mahu melihat pada kesilapan diri.

Semoga kita dapat perbaiki kelemahan diri tanpa perlu menuding pada kelemahan orang lain insyaAllah...

We'veBeenTogetherFor...

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers